Gerhana Matahari

Gerhana Matahari adalah salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan yang bisa kita saksikan dari Bumi. Secara sederhana, gerhana ini terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari yang seharusnya menuju ke Bumi terhalang oleh Bulan.

Gerhana Matahari hanya bisa terjadi pada fase bulan baru (ketika sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari). Namun, gerhana tidak terjadi setiap bulan karena bidang orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi. Gerhana hanya terjadi jika fase bulan baru bertepatan dengan titik perpotongan kedua orbit tersebut (disebut titik simpul atau node).

  1. Gerhana Matahari Total

    Terjadi ketika piringan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari. Langit akan menjadi gelap seperti senja, suhu turun, dan mahkota Matahari (korona) yang biasanya tidak terlihat akan memancar indah seperti cincin cahaya putih. Ini hanya bisa dilihat di area sempit di Bumi yang dilewati oleh umbra.

Macam-macam Gerhana Matahari

  1. Gerhana Matahari Cincin

    Terjadi ketika Bulan berada pada titik terjauhnya dari Bumi (apogee). Karena jaraknya lebih jauh, Bulan tampak lebih kecil dan tidak bisa menutupi seluruh piringan Matahari. Sisa cahaya Matahari akan terlihat seperti "cincin api" (annulus) di sekeliling bayangan gelap Bulan.

  1. Gerhana Matahari Sebagian

    Terjadi ketika Bulan, Bumi, dan Matahari tidak sejajar sempurna. Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari. Pengamat yang berada di area penumbra akan melihat Matahari seolah-olah "tergigit".

  1. Gerhana Matahari Hibrida

    Ini adalah jenis yang paling langka. Gerhana ini dimulai sebagai gerhana cincin, berubah menjadi gerhana total di tengah jalur lintasannya, dan kembali menjadi gerhana cincin sebelum berakhir. Hal ini terjadi karena kelengkungan permukaan Bumi.

Dampak Gerhana Matahari terhadap Kehidupan di Bumi

  1. Dampak yang paling langsung dan berbahaya adalah risiko kerusakan mata. Menatap matahari secara langsung, bahkan saat gerhana sebagian, dapat menyebabkan fotokeratitis.Kerusakan permanen pada sel-sel fotoreseptor di retina. Meskipun sel-sel fotoreseptor tidak memiliki sel saraf, namun efeknya bisa berupa titik buta permanen pada penglihatan. Oleh sebab itu, sangat tidak disarankan untuk melihat gerhana matahari secara langsung tanpa menggunakan kacamata khusus gerhana matahari.

  1. Gangguan Komunikasi. Terjadi perubahan mendadak pada radiasi matahari sehingga menyebabkan perubahan di lapisan ionosfer bumi. Hal ini dapat mengganggu sinyal radio frekuensi tinggi (HF) dan menurunkan akurasi sistem GPS untuk sementara waktu.

  1. Terganggunya ekosistem perairan. Kehidupan organisme akuatik terutama plankton sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari serta lama penyinaran. Cahaya sangat diperlukan untuk kepentingan fotosintesis. Gerhana Matahari dapat menyebabkan terganggunya kehidupan plankton karena terjadi penurunan intensitas cahaya dan lamanya penyinaran. Hal ini dapat mempengaruhi rantai makanan karena suplai makanan untuk pemakan plankton berkurang. Akibatnya, ikan-ikan akan berkurang jumlahnya di daerah yang terkena gerhana.

  1. Selama gerhana matahari total, suhu udara dapat menurun. Suhu udara dapat turun secara mendadak antara 2°C hingga 5°C. Hal ini disebabkan karena berkurangnya jumlah radiasi matahari saat terjadi gerhana. 

Kamu bisa nonton video di bawah ini kalau kamu lebih suka animasi yang bergerak

Created by: Rionna